1.jpg

19

Jun

1.122 Siswa Banyumas Tidak Lulus UN
Sebanyak 1.122 siswa SMA di Banyumas, Jateng, tidak lulus Ujian Nasional (UN), sebagian besar adalah sekolah swasta, sekolah pinggiran dan SMK. Mereka diarahkan untuk mengikuti ujian kejar paket C.

"Jumlah peserta UN sebanyak 14.947 yang tidak lulus mencapai 1.122 siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso, Senin (15/6).

Dibanding dengan tahun sebelumnya, angka kelulusan tahun ini meningkat 2 persen. "Tahun lalu prosentase kelulusan 90,3 %, dan tahun ini 92,3 persen," katanya.

Berdasarkan data di Kantor Diknas, siswa yang tidak lulus ini antara lain dari SMA ada 506 siswa, kemudian siswa Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 107 dan siswa SMK ada 509 siswa yang tidak lulus. Mereka masih bisa mengikuti ujian kejar paket C.

Sementara itu, salah satu sekolah swasta yang sebagian besar muridnya tidak lulus yaitu SMA Diponegoro Purwokerto, siswanya pingsan saat pengumuman. Sebanyak 14 siswa dari 24 siswa di sekolah tersebut dinyatakan tidak lulus.

Kepala Sekolah SMA Diponegoro, Bambang Munarwo mengatakan, standar kelulusan tahun ini memang cukup berat bagi siswa-siswa pinggiran.
"Standar kelulusan 5,5 ini memang cukup berat bagi sekolah swasta seperti kami. Belajar selama tiga tahun, hasilnya hanya diukur oleh ujian nasional selama beberapa hari," jelasnya.